Skip to main content

    Krisis Iklim adalah Krisis Kesehatan dan Kemanusiaan

    Mozambique - March 2019

    Pemandangan udara Buzi, Mozambik, dan kehancuran yang disebabkan oleh Topan Idai pada 2019. Mozambik, 2019. © MSF/Pablo Garrigos

    Inilah sebabnya kami berpartisipasi sebagai pengamat resmi di Konferensi Para Pihak (COP26) Konvensi Federasi PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) ke-26 di Glasgow, Skotlandia, di mana para pemimpin dunia berkumpul untuk memperbarui rencana aksi iklim untuk menjaga dunia tetap jadi tempat yang aman untuk hidup. 

    Kami hadir karena kebutuhan pihak yang paling terdampak tidak boleh dilupakan. Telah menjadi tugas kami untuk berbicara atas nama mereka yang suaranya tidak terdengar, dan ini tidak berbeda. Kami ingin berbagi keprihatinan dari komunitas yang kami layani.

    Selain itu, kehadiran kami di sana juga untuk lebih memahami cara agar kami dapat menyesuaikan respons kemanusiaan dan medis kami dalam kenyataan yang berubah dengan cepat. Banyak organisasi, institusi, dan individu yang memiliki keahlian dalam isu iklim dan lingkungan, dan kita perlu belajar dari mereka untuk memastikan respons kita yang paling sesuai dengan kebutuhan masa depan.

    Kami juga ada karena kami menyadari peringatan ilmiah dan kebutuhan untuk target nol emisi karbon.  Dekarbonisasi organisasi kami bukanlah tugas yang mudah, karena respons krisis kemanusiaan dan kesehatan di seluruh dunia adalah kegiatan padat karbon. Tetapi kami telah memulai, dan berkomitmen, untuk mengurangi jejak karbon kami. Kami ingin belajar dari pihak lain yang memiliki keahlian dan pengalaman yang berbeda, dan ingin bersama-sama memikirkan bagaimana memberikan bantuan dengan cara yang lebih lestari.

    Keadaan darurat iklim memperburuk kerentanan dan situasi kemanusiaan yang ada. Misalnya, di Niger, perubahan pola hujan berdampak pada produksi pangan dan penyakit menular seperti malaria. Ini terjadi di atas epidemi berulang dan kerawanan pangan yang terkait dengan tekanan demografis dan penggunaan lahan, serta kekerasan dan pemindahan. Kombinasi mematikan antara malaria dan malnutrisi membawa banyak korban pada anak-anak di bawah lima tahun.

    Ancaman bagi kesehatan manusia

    Di banyak lokasi proyek Doctors Without Borders, tim kemanusiaan medis kami merespons situasi yang terkait dengan perubahan lingkungan. Ini termasuk peningkatan jumlah orang dengan penyakit menular seperti malaria, demam berdarah dan kolera, sebagai akibat dari perubahan pola curah hujan dan suhu; meningkatnya kasus penyakit zoonosis karena meningkatnya tekanan terhadap lingkungan; dan kejadian cuaca ekstrem yang lebih sering, seperti angin topan dan badai, dan kekeringan, yang dapat menyebabkan malnutrisi. 

    Darurat iklim merupakan ancaman besar bagi kesehatan manusia , terutama di tempat-tempat di mana orang-orang tidak memiliki akses ke, atau dikecualikan dari, perawatan kesehatan dasar.

    Organisasi kemanusiaan merespons krisis apa pun penyebabnya. Tetapi upaya merespons ini tidak dapat menebus kegagalan untuk bertindak mengatasi penyebab krisis ini oleh para pemimpin politik kita.  Diperlukan tindakan politik konkret untuk menerapkan solusi untuk membatasi pemanasan global demi mencegah konsekuensi kemanusiaan yang merusak.    

    Categories