Bagaimana perubahan iklim memengaruhi kesehatan kita di Asia Pasifik?
Selama lebih dari dua dekade, para aktivis dan pegiat lingkungan telah memperingatkan dunia tentang perubahan iklim, sekaligus mendesak adanya tindakan nyata untuk mengurangi dampaknya. Dalam beberapa tahun terakhir, Doctors Without Borders/Médecins Sans Frontières (MSF) juga turut menyoroti dampak perubahan iklim terhadap kesehatan—sesuatu yang kami saksikan langsung di banyak wilayah tempat kami bekerja di berbagai belahan dunia.
Bencana alam hanyalah salah satu sisi dari persoalan ini. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Asia Pasifik telah mengalami serangkaian bencana alam—mulai dari siklon, banjir, hingga panas ekstrem—dengan intensitas dan frekuensi yang terus meningkat.
Mengapa perubahan iklim perlu menjadi perhatian kita?
Dunia sedang berubah—secara harfiah. Setiap tahun, suhu bumi terus meningkat. Nyamuk pembawa penyakit menyebar ke wilayah yang semakin luas dan menginfeksi semakin banyak orang. Di berbagai tempat, permukaan laut naik, sementara daratan perlahan terkikis dan menyusut.
Semua fenomena ini berdampak langsung pada kesehatan manusia: pada penyakit yang menyerang tubuh kita, makanan yang kita konsumsi, panas ekstrem yang kita hadapi saat musim kemarau, hingga tempat-tempat yang masih aman untuk membangun rumah dan menjalani hidup.
Sebuah rumah yang rusak hanyut tersapu banjir di sebuah desa di Kabupaten Aceh Tamiang. Indonesia, 2026. © Sania Elizabeth/MSF
Kondisi darurat iklim berdampak pada Anda.
Kami bekerja di berbagai wilayah dunia yang paling rentan terdampak perubahan iklim. Di lapangan, tim medis kami menangani berbagai krisis yang muncul akibat perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, atau yang kondisinya semakin parah karena keduanya.
Semua ini terjadi di tengah suhu bumi yang terus meningkat. Jika pemanasan global semakin parah, dampaknya akan dirasakan banyak orang di seluruh dunia—bukan hanya masyarakat di wilayah tempat kami bekerja.