Skip to main content
Darurat RD Kongo: Doctors Without Borders bersiap melakukan respons skala besar terhadap wabah Ebola Selengkapnya
    MSF has settled a solar panel system at the General Hospital of Kigulube in Sud Kivu to give autonomy to the health structure for the next 20 years. Democratic Republic of Congo, 2019 © Pablo Garrigos/MSF

    Darurat Iklim:

    Apa yang kami lakukan?

    Inilah komitmen kami.

    Komitmen kami terhadap darurat iklim

    Di berbagai negara di mana Doctors Without Borders/Médecins Sans Frontières (MSF) bekerja, tim kami menanggapi situasi yang berkaitan dengan atau yang diperparah oleh perubahan iklim dan lingkungan. Tetapi itu saja tidak cukup. Lalu apa lagi yang kita lakukan?

    Apa lagi yang perlu Anda ketahui?

    Darurat Iklim
    Darurat Iklim
    Krisis iklim adalah krisis kesehatan dan kemanusiaan.
    Darurat Iklim: Apa yang kami lihat?
    Darurat Iklim: Apa yang kami lihat?
    Apa yang kami lihat di tempat kami bekerja?
    Darurat Iklim: Apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu?
    Darurat Iklim: Apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu?
    Kita semua memiliki peran dalam mengatasi krisis iklim.
    Everything is imported in Kiribati, but there’s nowhere for the rubbish to go. This is one of the reasons fresh groundwater supplies are becoming polluted. 2022 © Joanne Lillie/MSF

    Semuanya didatangkan dari Kiribati, tapi tidak ada tempat untuk sampah. Ini adalah salah satu alasan mengapa pasokan air tanah menjadi tercemar. Pengelolaan sampah adalah sebuah tantangan, orang-orang membuang sampah dan membiarkan mobil serta peralatan berkarat di sepanjang pantai. 2022 © Joanne Lillie/MSF

    Mengurangi jejak karbon kami 

    Pada akhir tahun 2020, badan-badan tertinggi di Doctors Without Borders - termasuk Dewan Internasional - menandatangani Pakta Lingkungan. Pakta ini merupakan pengakuan atas dampak lingkungan dari tugas kemanusiaan kami - sebagai bagian penting dalam menjalankan tugas kami - namun juga merupakan komitmen untuk menyelaraskan aktivitas kami guna mengurangi jejak karbon secara signifikan. Pada tahun 2022, kami berjanji untuk mengurangi emisi kami setidaknya 50 persen dibandingkan dengan tingkat emisi tahun 2019 pada tahun 2030. Langkah-langkah untuk mencapai hal ini kini telah tertuang dalam semua rencana strategis dan rencana aksi Doctors Without Borders.

    Menghindari dan mengurangi limbah 

    Kami berupaya memastikan adanya rantai pasokan yang efisien dan bertanggung jawab secara sosial, untuk mengurangi, memanfaatkan kembali, dan mendaur ulang bahan dan peralatan medis. Sebagai contoh, di Uganda, kami memiliki proyek yang bertujuan untuk mengganti jutaan kantong plastik yang kami gunakan setiap tahun untuk mendistribusikan obat-obatan, dengan kantong yang ramah lingkungan yang menggunakan sumber daya lokal buatan masyarakat setempat. Kami juga mengurangi limbah medis di rumah sakit dan klinik kami, termasuk mengeksplorasi kemungkinan untuk beralih dari produk sekali pakai jika diperlukan.

    Tenaga surya

    Di wilayah Timbuktu, Mali utara, Doctors Without Borders baru saja memasang panel surya baru di Rumah Sakit Niafunké. Transisi energi ini memperkuat kemandirian rumah sakit dan memastikan layanan kesehatan dapat berjalan lebih berkelanjutan di wilayah terpencil yang rawan konflik.

    Hingga saat ini, rumah sakit tersebut hampir sepenuhnya bergantung pada pembangkit listrik tenaga diesel, yang rentan mengalami pemadaman. Untuk menjaga layanan kesehatan tetap berjalan, tim medis harus menggunakan generator setiap hari, dengan biaya tinggi dan tingkat keandalan yang terbatas. Instalasi panel surya fotovoltaik baru ini kini mampu memenuhi sekitar 60% kebutuhan energi rumah sakit, sehingga secara signifikan mengurangi ketergantungan pada diesel.