Setahun dalam gambar 2025
Perang di Gaza dan Ukraina yang berlarut-larut, kekerasan di Sudan yang meningkat, jutaan manusia mengungsi di tengah menurunnya dukungan kemanusiaan. Kondisi darurat yang tumpang tindih ini mengakibatkan komunitas yang tak terhitung jumlahnya tidak mendapatkan bantuan yang sangat dibutuhkan, sementara rasa ketidakamanan dan kesenjangan pendanaan di seluruh sektor kemanusiaan lainnya memaksa kami untuk membuat keputusan sulit terkait dimana dan bagaimana kami dapat bertindak.
Terlepas dari tantangan-tantangan ini, tim kami berkomitmen untuk menyediakan perawatan medis yang menyelamatkan nyawa dimanapun dibutuhkan— di zona konflik, sepanjang rute migrasi, atau di daerah yang terserang wabah penyakit. Dalam 'Setahun dalam gambar 2025' ini kami berusaha menangkap titik puncak dan momen-momen ketahanan dari orang-orang dan staf yang kami dampingi. Gambar-gambar ini mengingatkan kami bahwa menjadi saksi bukan hanya tentang mendokumentasikan penderitaan— namun juga menciptakan hubungan antar manusia.
Aisha Ibrahim mendampingi ibunya ke klinik di Atam yang dijalankan oleh Doctors Without Borders untuk pengungsi-pengungsi yang melarikan diri dari perang di Sudan.
Renk County, Sudan Selatan, Januari 2025. © Paula Casado Aguirregabiria/MSF
Tiga hari setelah gencatan senjata terjadi, petugas membersihkan puing-puing dari dalam rumah sakit Emirati di Rafah. Setelah 15 bulan perang Israel di Gaza, pengungsi Palestina mencoba kembali ke kampung halamannya untuk membangun kembali Rafah, yang ditinggal dalam keadaan porak poranda.
Jalur Gaza, Palestina, Januari 2025. © Doctors Without Borders
Terlihat dari pemandangan udara panel surya yang terpasang di rumah sakit umum Zurmi. Panel surya tidak hanya mengurangi ketergantungan rumah sakit pada bahan bakar pada jejak karbon, namun juga mengurangi kebisingan di dalam lingkungan rumah sakit, memberi dampak positif bagi kesejahteraan pasien dan staf.
Negara Bagian Zamfara, Nigeria, Februari 2025. © Isaac B
Tim promosi kesehatan Doctors Without Borders berbicara dengan warga di desa Mondumil, sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat layanan kesehatan bagi penyintas korban kekerasan.
Provinsi Jawaka, Papua Nugini, Februari 2025. © Sophie McNamara/MSF
Bayi yang baru lahir mendapatkan layanan unit perawatan intensif neonatal di rumah sakit Al-Salam.
Khamer, Yaman, April 2025 © Charlotte Sujobert/MSF
Dr Samar Ismaiel mendemonstrasikan prostetik yang digunakan untuk pasien yang sedang dalam masa pemulihan di rumah sakit Bedah Rekonstruktif di Amman.
Yordania, 30 April 2025. © Chrysoula Patsou/MSF
Sebuah biara, dibangun di atas kayu penyanggah diatas air di Danau Inle, runtuh setelah gempa berkekuatan 7.7 magnitude di tanggal 28 Maret.
Negara Bagian Shan, Myanmar, April 2025. © Nicolas Schreine/MSF
Sebuah keluarga membawa harta benda miliknya setelah mereka dipaksa untuk pindah karena konflik yang terjadi di sekitar Tawila.
Darfur, Sudan. April 2025 © Jérôme Tubiana
Aminata Koroma (kiri) dan Momoh Sao (tengah) memeriksakan Ogar Boima yang berusia 6 bulan, ditemani oleh ibunya, Fatmata Gbassay (kanan) di ruang gawat darurat ibu dan anak Doctors Without Borders di Distrik Kenema.
Sierra Leone, Mei 2025. © Noor Ahmad Saleem/MSF
Seorang pasien perempuan berdiri diantara tenda yang didirikan untuk menangani korban-korban dan penyintas kekerasan seksual dan menyediakan layanan masalah kesehatan di Mugunga 3 pusat kesehatan di Goma.
Provinsi Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo, Juli 2025. © Jospin Mwisha
Ershadullah, seorang pengungsi Rohingya datang ke Myanmar di tahun 2017, berlindung dibawah payung selama hujan lebat di titik air Doctors Without Borders yang berada di kamp pengungsi Kutupalong.
Cox’s Bazar, Bangladesh, Me 2025. © Ante Bussmann/MSF
Nadia Ishfaq Nahvi, pengawas kesehatan mental Doctors Without Borders, mengumpulkan dan mengawetkan bunga untuk dibuat menjadi kolase-kolase artistik. Perhatiannya terhadap keindahan dan pelestarian menunjukkan pendekatannya terhadap pasien-pasiennya— melihat nilai-nilai di yang mungkin terabaikan dan membantu melestarikan dan memperkuat apa yang sudah ada.
Kasmir, India, Mei 2025. © Deepak Bhatia/MSF
Amina (kanan) menyembunyikan tawanya saat ia duduk di sebelah ibunya di Rumah Sakit Daerah Bay, di salah satu kunjungan pemeriksaan rutinnya untuk menangani penyakit diabetes tipe 1-nya.
Baidoa, Somalia, Juni 2025. © Hareth Mohammed/MSF
Seorang anggota staf Doctors Without Borders menyediakan konsultasi bagi pengungsi perempuan selama klinik keliling. Orang-orang dari daerah garis depan tiba di pusat transit untuk pengungsi internal di daerah Dnipropetrovsk. Mereka biasanya tinggal beberapa hari di sana sebelum berangkat menuju arah barat. Tim Doctors Without Borders berkunjung dua kali seminggu, memberikan konsultasi penyakit kronis, luka peperangan, dan kebutuhan yang berkaitan dengan kesehatan mental.
Dnipro, Ukraina, Juli 2025. © Julien Dewarichet/MSF
Berlangganan buletin elektronik kami
Dapatkan kabar cerita dan berita terbaru kami, atau baca tentang staf dan pasien kami.
Di bangsal pediatrik Rumah Sakit Pendidikan El Geneina, anak-anak dilibatkan dalam sesi dukungan kesehatan mental dengan menggunakan balon dan mainan, kegiatan ini memberikan momen langka kebahagiaan bagi pasien-pasien usia muda dan keluarga pengungsi yang harus menghadapi trauma perang.
El Geneina, Darfur Barat, Sudan. Juli 2025. © Moises Saman/Magnum Photos
Staf Doctors Without Borders dan anggota komunitas memasang tangki air di kamp pengungsi TVET di Sheraro, daerah Tigray. Ribuan orang menjadi pengungsi dan daerah tersebut porak poranda akibat konflik selama 2 tahun, yang diawali pada bulan November 2020.
Tigray, Etiopia, Juli 2025. © Roza Bekele/MSF
Ahli bedah di Rumah Sakit Umum Rujukan Rutshuru melakukan kauterisasi pada luka korban tembak berusia muda.
Republik Demokratik Kongo, Agustus 2025. © Sam Bradpiece/MSF
Selama Sidang Umum PBB, staf Doctors Without Borders dan para pendukung berkumpul di depan Markas Besar PBB di New York mendesak pemimpin-pemimpin dunia untuk mengambil tindakan dan mengakhiri aksi genosida di Gaza.
New York, Amerika Serikat, September 2025. © Jason DeCrow/The Associated Press
Staf Doctors Without Borders memverifikasi perihal pendistribusian makanan dan peralatan kebersihan di Adré.
Chad, September 2025. © Léa Gillabert/MSF
Rose Muthami menunjukkan bekas lukanya setelah keberhasilan tindakan perawatan mpox.
Mombasa, Kenya, September 2025. © Zainab Mohammed/MSF
Anggota tim promosi kesehatan Doctors Without Borders menggendong Zahraa, seorang anak yang menerima perawatan lanjutan di pusat kesehatan Al-Mahdi di Kota Sadr. Tim tersebut berusaha menumbuhkan kesadaran dan menyediakan pemeriksaan tuberkulosis bagi keluarga dalam masyarakat kota tersebut.
Baghdad, Irak, September 2025. © Deniz Fahmi/MSF
Kerumunan massa, termasuk staf Doctors Without Borders, berkumpul dan berdoa di luar Rumah Sakit Nasser saat jenazah Abed El Hameed Qaradaya dimasukkan ke ambulans yang akan membawanya ke pemakaman untuk acara penguburannya. Abed, seorang anggota staf Doctors Without Borders selama 18 tahun dan manager fisioterapi di Gaza, terbunuh bersama rekan Doctors Without Borders lainnya, Omar Hayek, akibat serangan tentara Israel di jalan saat mereka sedang menunggu bus yang membawa mereka ke tempat mereka bekerja. Omar dan Abed adalah orang ke-14 dan 15 anggota Doctors Without Borders yang tewas di Gaza sejak Oktober 2023.
Gaza Strip, Palestina, Oktober 2025. © Nour Alsaqqa/MSF
Bassel menggendong anak-anaknya, Mohammed yang berusia 9 bulan dan Ibrahim yang berusia 2.5 tahun, sementara istrinya memijat kakinya yang diamputasi untuk mengurangi rasa nyeri bayangannya. Keluarga tersebut tinggal di tenda pengungsian di Al-Mawasi, Khan Younis, setelah melarikan diri dari kampung halamannya di Rafah. Bassel kehilangan kakinya akibat tertembak beberapa bulan sebelumnya karena mencoba mencari bantuan di titik distribusi.
Gaza Strip, Palestina, Oktober 2025. © Motasem Abu Aser/MSF
Kendaraan Doctors Without Borders melintasi tanah longsor dan jalan berlumpur untuk mencapai masyarakat terisolasi di gunung Hidalgo.
Mexico, Oktober 2025. © Carlos Aguilar/MSF
Tim Doctors Without Borders menyelamatkan 27 orang yang berada dalam penderitaan diatas kapal karet dan memindahkan mereka ke kapal pencari dan penyelamat kami yang baru, kapal Oyvon. Seluruh penumpang tiba dalam selamat keesokan paginya di Lampedusa, Itali.
Laut Mediterania, November 2025. © MSF
Berlangganan buletin elektronik kami
Dapatkan kabar cerita dan berita terbaru kami, atau baca tentang staf dan pasien kami.