Haiti: Doctors Without Borders Terpaksa Hentikan Operasional Rumah Sakit Bersalin Isaïe Jeanty Akibat Meningkatnya Kekerasan
Kekerasan meningkat di dekat Rumah Sakit Bersalin Isaïe Jeanty di Cité Soleil, Port-au-Prince, Haiti, dengan peluru menghantam dinding bangunan. 2026 © MSF
Sejak malam tanggal 13–14 Juni, kekerasan terus meningkat di sekitar Rumah Sakit Bersalin Isaïe Jeanty di Cité Soleil, Haiti, yang didukung oleh Doctors Without Borders/Médecins Sans Frontières (MSF). Terjebak di tengah baku tembak dan menghadapi situasi yang tidak lagi memungkinkan untuk beroperasi, tim Doctors Without Borders terpaksa menghentikan seluruh layanan medis mereka hari ini. Akses terhadap layanan kesehatan seksual dan reproduksi, yang sebelumnya sudah sangat terbatas di wilayah tersebut, kini hampir tidak ada. Akibatnya, ribuan orang—terutama perempuan—tidak dapat memperoleh layanan kesehatan yang aman.
Selama lima hari terakhir, bentrokan sengit antara beberapa kelompok bersenjata terjadi di kawasan Belekou, Fort Dimanche, dan Wharf Jérémie. Tembakan terus berlangsung dan mengenai dinding Rumah Sakit Bersalin Isaïe Jeanty di kawasan Chancerelles, memicu kepanikan dan memaksa banyak warga mengungsi.
Pada malam 15 Juni, lebih dari seratus orang ,yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, elarikan diri dari pertempuran mencari perlindungan dan akses air bersih di dalam rumah sakit bersalin tersebut. Seorang perempuan mengalami luka tembak akibat peluru nyasar di area rumah sakit dan berhasil distabilkan oleh tim Doctors Without Borders. Rumah sakit Doctors Without Borders di Tabarre juga merawat sejumlah pasien yang terluka akibat bentrokan di wilayah tersebut.
Setelah situasi semakin memburuk, pihak berwenang terpaksa menghentikan seluruh kegiatan keesokan paginya. Selama beberapa hari berikutnya, Doctors Without Borders masih berupaya memberikan layanan darurat, menstabilkan kondisi pasien, dan merujuk mereka ke fasilitas kesehatan lain. Namun, pada pagi hari tanggal 19 Juni, Doctors Without Borders akhirnya terpaksa mengevakuasi stafnya dan menghentikan seluruh operasional.
... hari ini kami tidak lagi dapat melanjutkan layanan. Bangunan rumah sakit dipenuhi lubang bekas peluru, tim kami kelelahan, dan ambulans semakin sulit merujuk pasien maupun menemukan fasilitas kesehatan yang masih mampu menerima mereka.Nicholas Tessier, Kepala Misis Doctors Without Borders di Haiti
Pemandangan halaman di dalam Rumah Sakit Bersalin Isaïe Jeanty, satu-satunya rumah sakit bersalin umum di Cité Soleil, Port-au-Prince, Haiti. 2026 © Alexandre Marcou/MSF
"Kami telah berupaya memberikan dukungan penyelamatan nyawa seminimal mungkin kepada masyarakat dengan tim yang lebih kecil dan kapasitas yang terbatas. Kami masih sempat merawat beberapa perempuan yang berhasil mencapai rumah sakit bersalin meskipun situasi keamanan sangat berbahaya, termasuk seorang ibu yang melahirkan bayi kembar. Namun hari ini kami tidak lagi dapat melanjutkan layanan. Bangunan rumah sakit dipenuhi lubang bekas peluru, tim kami kelelahan, dan ambulans semakin sulit merujuk pasien maupun menemukan fasilitas kesehatan yang masih mampu menerima mereka," ujar Nicholas Tessier, Kepala Misi Doctors Without Borders di Haiti.
Di Cité Soleil, yang dihuni sekitar 300.000 orang, akses perempuan terhadap layanan kesehatan hampir tidak tersedia. Banyak perempuan terpaksa melahirkan di rumah dalam kondisi yang tidak aman, sehingga risiko komplikasi persalinan meningkat secara signifikan.
Penghentian operasional Rumah Sakit Bersalin Isaïe Jeanty akibat lonjakan kekerasan terbaru ini semakin memperburuk situasi yang sudah sangat kritis. Kini, perempuan di wilayah tersebut hampir tidak memiliki pilihan untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Sebelumnya, pada Mei lalu, Doctors Without Borders juga terpaksa menghentikan sementara operasional rumah sakitnya di Cité Soleil yang berlokasi beberapa kilometer dari rumah sakit bersalin tersebut. Seiring memburuknya situasi keamanan, seluruh sistem layanan kesehatan di wilayah itu kini berada dalam ancaman.
Doctors Without Borders menegaskan bahwa semua pihak yang terlibat dalam konflik harus menghormati dan melindungi warga sipil. Fasilitas kesehatan juga harus dilindungi dalam segala keadaan agar tenaga medis dapat terus memberikan perawatan kepada mereka yang membutuhkan.
Dukung pekerjaan kemanusiaan kami
Bantu kami menyediakan perawatan medis penyelamat nyawa selama keadaan darurat dengan berdonasi hari ini.