‘Pembunuhan senyap’ di Gaza
Penghancuran sistem layanan kesehatan dan perjuangan untuk bertahan hidup di Rafah.
Kami mengecam “pembunuhan senyap” di Gaza karena penyakit yang dapat dicegah dan kurangnya akses terhadap perawatan medis.
Enam bulan setelah perang dahsyat di Gaza, kita berada di jurang yang terjal. Lebih dari 32.000 orang tewas, 75.000 orang terluka, dan diperkirakan 8.000 orang masih terjebak di bawah reruntuhan. Penghancuran infrastruktur sipil dalam skala industri, ditambah dengan pengepungan yang menyesakkan, telah mendorong populasi sipil ke jurang kehancuran. Di Rafah – tempat yang digambarkan oleh pemerintah Israel sebagai “aman” – operasi militer masih berlangsung dan kondisi dasar untuk kelangsungan hidup penduduk sipil tidak ada.
Doctors Without Borders telah menyaksikan secara langsung korban jiwa yang diakibatkan oleh hancurnya sistem layanan kesehatan di Gaza.
Bacalah laporan (hanya dalam Bahasa Inggris saja) ini yang mengacu pada data medis dan kesaksian pasien untuk menunjukkan bahwa bahkan di Rafah, kondisi untuk bertahan hidup tidak ada.
Rekomendasi kami
Dukung kami
Bantu kami untuk menyuarakan 'pembunuhan senyap' yang terjadi di Gaza sehingga semakin banyak yang akan mendorong gencatan senjata berkelanjutan.