Kesehatan Mental dengan Migrasi
Hal-Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Kesehatan Mental
Sama seperti kesehatan fisik, kesehatan mental sangat penting untuk kesejahteraan secara keseluruhan.
Sama seperti kesehatan tubuh, kesehatan mental juga penting untuk kesejahteraan secara menyeluruh. Setiap orang bisa mengalami masalah kesehatan mental, tanpa memandang usia, latar belakang, atau pekerjaan. Merawat kesehatan mental itu penting agar kita bisa menjalani hidup dengan penuh makna.
Berbicara Tentang Kesehatan Mental Bukanlah Hal Yang Tabu atau buruk
Kesehatan mental seharusnya tidak jadi topik yang tabu. Mendiskusikan perasaan, kesulitan, dan pengalaman dengan teman, keluarga, atau profesional di bidang kesehatan mental yang kamu percaya adalah bagian penting dari menjaga kesehatan mental yang baik. Berbagi bisa membantu mengurangi perasaan terisolasi atau kesepian.
Gejala Umum Kesehatan Mental
- Merasa sangat sedih atau putus asa tanpa sebab yang jelas, dan perasaan ini terus berlanjut.
- Merasa tidak berharga atau diliputi rasa bersalah.
- Sangat cemas atau khawatir tentang banyak hal melebihi orang lain.
- Merasa seolah-olah pikiranmu dikendalikan atau kehilangan kendali atas pikiran sendiri.
- Sering merasa marah, sering menangis, atau bereaksi berlebihan.
- Ketakutan yang berlebihan—rasa takut tidak wajar atau lebih besar dibandingkan orang lain.
- Menarik diri dari kegiatan sosial atau hubungan dengan sekitarnya.
- Perubahan nafsu makan atau berat badan, atau perubahan pola tidur seperti kurang tidur atau tidur berlebihan.
- Gangguan Kecemasan
Gangguan kecemasan mencakup perasaan takut, khawatir, dan tegang yang terus-menerus, yang bisa mengganggu kehidupan sehari-hari serta kesehatan secara keseluruhan. Perasaan ini dapat menyebabkan tekanan emosional yang signifikan dan memengaruhi kemampuan seseorang untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Ada berbagai jenis gangguan kecemasan, termasuk gangguan kecemasan umum, di mana seseorang mengalami kekhawatiran yang terus-menerus; gangguan panik, yang ditandai dengan serangan ketakutan hebat secara tiba-tiba (serangan panik); gangguan kecemasan sosial, di mana rasa takut muncul dalam situasi sosial; dan gangguan kecemasan akan perpisahan, di mana seseorang merasakan ketakutan luar biasa ketika berpisah dengan orang yang dicintai.
Kabar baiknya, perawatan psikologis yang efektif sudah tersedia, dan dalam beberapa kasus, obat-obatan juga dapat membantu, tergantung pada usia serta tingkat keparahan kondisinya.
- Depresi
Depresi bukan sekadar perubahan suasana hati sesaat atau respons emosional sementara terhadap masalah hidup. Bagi pekerja migran di Taiwan, tekanan karena berjauhan dari keluarga, menyesuaikan dengan budaya baru, dan menghadapi beban kerja bisa menyebabkan episode depresi. Selama episode ini, seseorang mungkin merasa sedih, hampa, atau mudah tersinggung, dan kehilangan minat pada aktivitas yang dulu mereka sukai, hampir sepanjang hari selama sampai dua minggu. Gejala lain bisa berupa kesulitan berkonsentrasi, perasaan bersalah berlebihan atau rendah diri, keputusasaan akan masa depan, perubahan pola tidur atau nafsu makan, serta kelelahan yang parah. Depresi juga meningkatkan risiko munculnya pikiran untuk bunuh diri.
Namun, bantuan itu tersedia. Kabar baiknya, perawatan psikologis yang efektif sudah tersedia, dan dalam beberapa kasus, obat-obatan juga dapat membantu, tergantung pada usia serta tingkat keparahan kondisinya.
- Gangguan Stres Pascatrauma (PTSD)
- Para pekerja migran yang pernah mengalami kejadian traumatis, baik sebelum atau selama proses perpindahan, bisa mengalami PTSD. Kondisi ini ditandai dengan munculnya kembali pengalaman traumatis melalui kilas balik, mimpi buruk, dan rasa takut yang terus-menerus, yang mengganggu kehidupan sehari-hari. Selain itu, sering terjadi perilaku menghindari hal-hal yang mengingatkan pada trauma dan kewaspadaan berlebihan terhadap bahaya. PTSD bisa diatasi dengan terapi psikologis yang membantu pekerja mendapatkan kembali rasa aman dan kendali atas diri mereka.
Kondisi kesehatan mental
Apa yang dapat kamu lakukan?
Merawat kesehatan mental sangatlah penting, apalagi saat sedang menghadapi masa-masa penuh masalah. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa kamu mulai praktikkan dari sekarang:
Waspadai Emosi mu
Sadari apa yang kamu rasakan. Wajar jika merasa stres, cemas, atau kesal—menyadari perasaan-perasaan ini adalah langkah awal agar kamu bisa mengelolanya.
Bicaralah dengan Orang yang Kamu Percaya
Membuka diri kepada teman, keluarga, atau seseorang yang kamu percaya bisa meringankan beban mentalmu. Kamu tidak perlu melalui masa-masa sulit sendirian.
Olahraga!
Melakukan aktivitas fisik, walaupun hanya jalan santai atau peregangan, bisa meningkatkan suasana hati dan energimu. Ini cara yang efektif untuk melepas stres.
Temukan Hal-hal yang Membuat Kamu Bersyukur
Berlatih bersyukur bisa mengubah pola pikirmu. Cobalah untuk memikirkan satu atau dua hal yang bisa kamu syukuri setiap hari, sekecil apa pun itu. Latihan kesadaran penuh dan rasa syukur akan membantu kamu tetap fokus.
Memulai jurnal
Menuliskan pikiran dan perasaanmu bisa membantu memproses perasaan dan menjernihkan pikiran. Membuat catatan harian adalah alat sederhana namun efektif untuk perawatan diri dan bisa membantu kamu mengarahkan pikiran dengan lebih baik.
Cobalah Mengekspresikan Diri Kamu dengan Seni dan Warna
Melakukan kegiatan kreatif seperti menggambar dan mewarnai juga bisa membantu mengekspresikan perasaan. Seni adalah cara yang bagus untuk mengungkapkan perasaan saat kata-kata sulit diungkapkan. Biarkan kreativitasmu mengalir dan stres pun berkurang dengan menggambar, melukis, atau mewarnai.
Apa yang Tidak Boleh Dilakukan
Menjaga kesehatan mental itu penting, tapi terkadang kita tanpa sadar melakukan hal-hal yang justru memperburuk keadaan. Berikut adalah beberapa hal yang harus dihindari saat menghadapi gangguan kesehatan mental:

Jangan Bergantung pada Mekanisme Penanganan yang Tidak Sehat
Menggunakan alkohol, obat-obatan, atau perilaku tidak sehat lainnya untuk mengatasi stres hanya akan menyebabkan lebih banyak masalah dalam jangka panjang. Hal-hal tersebut mungkin membuat kamu merasa lebih baik untuk sementara, tapi tidak akan menyelesaikan penyebab permasalahan nya.
Jangan Mengisolasi Diri
Saat merasa sedih, kamu mungkin ingin menyendiri, tapi mengisolasi diri dari teman dan orang yang kamu cintai justru bisa memperburuk keadaan. Cobalah untuk tetap berkomunikasi, meskipun hanya melalui panggilan telepon atau pesan singkat.
Jangan Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Nasib setiap orang berbeda. Membandingkan situasi kamu dengan orang lain bisa membuat kamu merasa lebih buruk. Fokuslah pada kesehatan diri sendiri, dan lakukan langkah-langkah kecil untuk merasa lebih baik sesuai dengan kemampuanmu.