Skip to main content
Darurat Gempa bumi di Venezuela: Respons Doctors Without Borders Selengkapnya
    Darurat

    Doctors Without Borders merespons gempa bumi mematikan di Afghanistan

    Menjelang tengah malam waktu setempat, gempa bumi berkekuatan 6,0 magnitudo mengguncang provinsi Nangarhar, Afghanistan, dekat perbatasan dengan Pakistan. Sumber lokal melaporkan lebih dari 1.400 orang tewas dan lebih dari 3.000 orang terluka di empat provinsi timur, termasuk Kunar dan Nangarhar.

    map of the epicentre of the 6 magniture earthquake that hit Afghanistan in August 2025

    Peta episentrum gempa berkekuatan 6,0 magnitudo yang mengguncang Afghanistan, Agustus 2025

    Doctors Without Borders team in Afghanistan delivered emergency donations to hospital following the 6.0-magniture earthquake

    Tim Doctors Without Borders di Afghanistan melakukan asesmen dan mengirimkan donasi darurat ke Rumah Sakit Regional Nangarhar di Jalalabad setelah gempa bumi yang melanda negeri tersebut pada 31 Agustus 2025. Afghanistan, 2025. © Ahmadullah Safi/MSF

    Doctors Without Borders melakukan asesmen kebutuhan dan mendistribusikan paket darurat di Jalalabad

    Pada Selasa, 2 September 2025, tim Doctors Without Borders tiba di Jalalabad, sebuah kota yang dekat dengan episentrum dan kini menjadi pusat respons darurat.

    Tim tersebut datang untuk melakukan asesmen kebutuhan di wilayah terdampak guna mempersiapkan kemungkinan intervensi medis. Rekan-rekan kami mengunjungi rumah sakit regional di Jalalabad, tempat lebih dari seratus orang yang terluka akibat gempa telah menjalani operasi, dan sekitar 600 pasien telah dirawat hingga saat ini. Rumah sakit tersebut sudah penuh bahkan sebelum gempa, dan para tenaga kesehatan kini bekerja di kapasitas penuh dengan keterbatasan pasokan. Kami telah mendistribusikan paket darurat dan merencanakan kunjungan ke wilayah terdampak lainnya untuk kemungkinan memberikan dukungan.

    Doctors Without Borders siap bekerja sama dengan otoritas lokal dan organisasi kesehatan yang ada di sana. Dalam waktu dekat, kami akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai bagaimana kami dapat memberikan perawatan terbaik bagi komunitas di provinsi Nangarhar, Kunar, dan Laghman.

    Doctors Without Borders team in Afghanistan delivered emergency donations to the affected areas following the earthquake that hit on 31 August 2025

    Tim Dokter Lintas Batas di Afghanistan melakukan penilaian dan mengirimkan donasi darurat ke daerah-daerah yang terkena dampak gempa bumi yang terjadi pada 31 Agustus 2025. Afghanistan, 2025. © Ahmadullah Safi/MSF

    Doctors Without Borders memberikan dukungan di Provinsi Kuhar

    Setelah gempa bumi dan gempa susulan yang melanda provinsi timur Afghanistan, Kunar dan Nangahar, antara 31 Agustus dan 4 September, sekitar setengah juta orang membutuhkan bantuan kesehatan mendesak menurut PBB

    Doctors Without Borders memberikan dukungan medis di Kamp Patang, Provinsi Kunar, tempat sekitar 1.000 keluarga yang terdampak direlokasi. Tim medis melakukan konsultasi rawat jalan termasuk perawatan luka, pencegahan wabah, vaksinasi rutin, kesehatan perempuan, dan kesehatan mental.

    “Kami merawat pasien dan tim kami juga terus membangun klinik, yang sebagian besar digunakan untuk perawatan demam dan perawatan luka. Di kamp cuacanya sangat panas. Terlihat ratusan tenda dengan orang-orang yang terus berdatangan. Kami melakukan yang terbaik untuk memberikan dukungan,” kata Ghausuddin Sabir, Perawat Darurat Doctors Without Borders.

    Komunitas terdampak masih mengalami trauma. Mereka masih berusaha menghadapi kehilangan rumah dan orang-orang yang mereka cintai, serta membutuhkan barang-barang kebutuhan dasar seperti pakaian, perlengkapan kebersihan, dan tempat tinggal. Mereka membutuhkan perlindungan, terutama anak-anak, yang beberapa di antaranya kehilangan seluruh anggota keluarga.

    Kegiatan Doctors Without Borders di Kamp Patang

    MSF clinic in Kundar

    Hari pertama dukungan medis Doctors Without Borders di kamp pengungsian Patang. Afghanistan 2025 © Alexandre Marcou/MSF

    MSF staff helping patient

    Seorang pasien dari kamp pengungsian Patang tiba di klinik dengan demam tinggi dan kondisi kesehatan yang umumnya buruk. Setelah kondisinya stabil, ia dirujuk ke rumah sakit di Provinsi Kunar. Afghanistan 2025 © Alexandre Marcou/MSF

    People at water truck

    Tim Doctors Without Borders mendistribusikan 10 tangki air kecil dengan kapasitas sekitar 3.000 liter per tangki kepada penduduk pengungsi di Kamp Zerai Baba. 10 jamban juga dipasang. Warga tidak memiliki wadah untuk menyimpan air dan menggunakan botol air plastik untuk mengisinya dan minum dari sana. Afghanistan 2025 © Tasal Khogyani/MSF

    People at back of ambulance

    Ambulans berfungsi sebagai apotek sambil menanati kontainer dan tenda selesai didirikan. Ambulans juga dapat digunakan untuk merujuk pasien ke rumah sakit terdekat di Provinsi Kunar dan Nangahar. Afghanistan 2025 © Alexandre Marcou/MSF

    MSF nurse handling medicines

    Ihsanullah, seorang perawat unit perawatan intensif Doctors Without Borders, memberikan obat-obatan kepada pasien dari dalam ambulans. Suhu di Kamp Patang sangat panas dan obat-obatan perlu disimpan di tempat yang lebih dingin. Tim Doctors Without Borders telah membangun sebuah kontainer berventilasi untuk memastikan obat-obatan tetap layak pakai. Afghanistan 2025 © Alexandre Marcou/MSF

    Dibutuhkan asesmen mendesak untuk menentukan skala penuh dari krisis kemanusiaan

    Sulit untuk menilai secara menyeluruh pada tahap ini, tetapi gempa sebesar ini di wilayah yang sulit dijangkau sudah menimbulkan dampak kemanusiaan yang menghancurkan. Rumah sakit terus menerima pasien, sebagian besar dengan cedera akibat trauma, tetapi menurut sumber lokal, banyak jenazah masih tertimbun reruntuhan. Kami khawatir akan terjadinya penyebaran penyakit akibat kurangnya kebersihan dasar, karena akses terhadap air bersih bisa menjadi tantangan besar. Hancurnya infrastruktur berdampak pada kondisi hidup para penyintas, yang akan semakin memperburuk kebutuhan mereka.

    Sementara evaluasi akan kerusakan dan kebutuhan masih dilakukan, tidak diragukan lagi bahwa respons mendesak dari aktor kemanusiaan dan kesehatan sangat diperlukan untuk memberikan bantuan kepada populasi terdampak.

    MSF at hospital

    Tim Doctors Without Borders melakukan asesmen di beberapa rumah sakit dan fasilitas medis di Provinsi Nangahar dan Kunar, tempat tim mendistribusikan perlengkapan trauma dan darurat. Di Rumah Sakit Distrik Kama, yang terletak 20 km di timur Jalalabad, ibu kota Provinsi Nangahar, tim medis menilai apakah ada kebutuhan untuk mendukung rumah sakit dan mendistribusikan perlengkapan trauma. Afghanistan 2025 © Alexandre Marcou/MSF

    Apakah Doctors Without Borders telah ada di wilayah yang terdampak gempa?

    Doctors Without Borders tidak memiliki kegiatan medis yang berjalan di wilayah yang paling terdampak oleh gempa bumi. Karena kami tidak memiliki kehadiran di Provinsi Kunar, sulit bagi kami untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai situasi di daerah yang mengalami kerusakan terparah.

    Saat ini, ada tiga rumah sakit utama yang sedang merespons keadaan darurat: Rumah Sakit Regional Nangarhar, Rumah Sakit Provinsi Kunar, dan Rumah Sakit Provinsi Laghman. Organisasi kesehatan dari PBB dan lembaga kemanusiaan telah mulai memberikan dukungan.