Lebanon Selatan: Korban Tewas, Luka-Luka, dan Kerusakan Besar akibat Serangan Udara Israel di Sour (Tyre)
Kerusakan Rumah Sakit Jabal Amel pasca serangan udara yang dilakukan oleh Israel pada 1 Juni di Sour (Tyre), selatan Lebanon. Lebanon, 2026 © MSF
Doctors Without Borders/Médecins Sans Frontières (MSF) mengecam serangan udara yang dilakukan oleh tentara Israel pada malam tanggal 1 Juni di sekitar Rumah Sakit Jabal Ame di Sour (Tyre), Lebanon, yang merupakan fasilitas kesehatanyang kami dukung.
Menurut Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon, serangan tersebut sejauh ini telah menyebabkan empat orang tewas dan 127 orang terluka, termasuk 39 staf rumah sakit. Di antara staf yang terluka, empat orang berada dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan di unit perawatan intensif. Jenazah masih terus dievakuasi dari reruntuhan, dan jumlah korban tewas maupun luka-luka masih dapat bertambah.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada Rumah Sakit Jabal Amel, termasuk bangsal rawat inap, departemen radiologi, dan unit perawatan intensif. Salah satu dinding ruang operasi mengalami kerusakan berat hingga menimbulkan lubang besar, dan tim medis terpaksa segera memindahkan setengah dari pasien yang tersisa di unit perawatan intensif ke bangsal lain demi memastikan keselamatan mereka.
Serangan berulang ini mencerminkan kegagalan serius dalam melindungi misi medis dan menegaskan kebutuhan mendesak untuk melindungi warga sipil, tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan, serta memastikan akses berkelanjutan terhadap layanan kesehatan yang menyelamatkan nyawa.Omar Ebeid, Koordinator Proyek di Lebanon Selatan
Kerusakan di dalam Rumah Sakit Jabal Amel pasca serangan udara yang dilakukan oleh Israel pada 1 Juni di Sour (Tyre), selatan Lebanon. Lebanon, 2026 © MSF
Sehari sebelumnya, Rumah Sakit Hiram yang berada di dekat lokasi—fasilitas lain yang didukung Doctors Without Borders—juga terdampak serangan udara Israel. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, 13 tenaga kesehatan mengalami luka-luka. Insiden ini terjadi di tengah eskalasi kekerasan yang tajam dalam beberapa hari terakhir, dengan wilayah pinggiran selatan Beirut kembali menjadi sasaran perintah pengungsian dari Israel pada hari Senin, setelah perintah pengungsian menyeluruh dikeluarkan pada hari Minggu untuk seluruh wilayah Lebanon Selatan hingga Sungai Zahrani.
“Serangan-serangan berulang ini mencerminkan kegagalan serius dalam melindungi misi medis dan menegaskan kebutuhan mendesak untuk melindungi warga sipil, tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan, serta memastikan akses berkelanjutan terhadap layanan kesehatan yang menyelamatkan nyawa,” ujar Omar Ebeid, Koordinator Proyek Doctors Without Borders di Lebanon Selatan.
Dukung pekerjaan kemanusiaan kami
Bantu kami menyediakan perawatan medis penyelamat nyawa selama keadaan darurat dengan berdonasi hari ini.